Tampilkan postingan dengan label APink. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label APink. Tampilkan semua postingan

Siapa sih Pencipta Kata ‘Perpisahan’?

1 Comment
Sampai saat ini *jujur saja* entah miss Cuit yang belom tau alias ketinggalan jaman atau memang tidak pernah ada yang berhasil mengetahui siapa pencipta kata perpisahan. Bisa dikatakan pencipta kata yang satu ini banyak mendapat umpatan bahkan sumpah serapah dari banyak orang. Bahkan hampir setiap orang di dunia ini membenci apa yang disebut dengan perpisahan.
Kata perpisahan hadir karena adanya perjumpaan. Perjumpaan lahir karena adanya takdir Tuhan. Jadi, semua ini sudah ada yang menggariskan. Setiap perjumpaan pasti kelak akan menemui perpisahan. Tidak ada perjumpaan yang abadi. Kecuali kelak di dunia akhirat yang memang akan abadi.
Dalam proses antara perjumpaan dan perpisahan, tentunya kita memiliki banyak kenangan. Entah kenangan itu manis, pahit, asam, atau apa pun itu. Kenangan-kenangan itu tentu tidak dapat dipisahkan begitu saja. Kenangan yang pahit bukan berarti tidak baik. Ingatkah kalian tentang suatu perkataan ‘semua itu ada hikmahnya’? Tentu saja. Kenangan yang pahit tercipta bukan untuk menyakiti hati kita. Kenangan itu hadir untuk memberikan pelajaran kepada kita dengan harapan di masa mendatang kita tidak jatuh ke lubang yang sama. Meskipun kita akui saja, kita masih juga sering jatuh ke lubang yang sama berulang kali.
Perpisahan tentu menyedihkan. Air mata seringkali menetes setiap kali kita sedang menghadapinya. Terlebih jika perpisahan itu dengan orang-orang yang kita sayangi; teman, sahabat, orang tua, keluarga, kerabat, atau siapapun itu. Bahkan terkadang tayangan televisi yang menceritakan sebuah perpisahan dapat mengalirkan air mata kita, meskipun pada kenyataannya kita tidak ada hubungan apapun dengan mereka.
Apa perlu kita menangis saat menghadapi perpisahan? Kalau menurut pendapat miss Cuit pribadi, menangis itu perlu. Bahkan kalau bisa menangis lah sampai kita benar-benar bisa melepaskan emosional kita. Ya, meskipun begitu, jangan sampai tangisan, kesedihan, dan emosi itu mempengaruhi diri kita dan menggerakkannya untuk hal yang dapat membahayakan diri kita. Ingatlah, Tuhan itu Maha Adil. Tuhan itu selalu ada untuk hamba-Nya. Dan ikhlas merupakan jalan yang sangat bijaksana untuk kita dapat menyerahkan semua kepada Tuhan. Biar Tuhan yang mengatur segalanya.
Sesungguhnya semua indah pada waktunya. Tuhan tidak akan terlambat. Tuhan juga tidak akan terlalu cepat mengatur sesuatu. Percayalah… Karena jika kita percaya Tuhan, nikmat Tuhan akan senantiasa datang untuk kita.

Tentang Persahabatan, Cinta, dan Perpisahan

0 Comment
Cinta…
Apa sebenarnya arti cinta??
Banyak orang terbuai oleh cinta…
Tapi tak sedikit juga yang terluka karenanya…
Cinta memang suatu misteri yang tersembunyi dalam setiap kisahnya…
Ya, banyak sekali kisah dan cerita cinta di sekeliling kita…
Ada yang berujung bahagia di pulau cinta…
Ada pula yang bahteranya kandas oleh badai yang menerpa…
Ketika aku sampai di kalimat ini, aku teringat akan sebuah kisah cinta. Memang tak seromantis atau seindah kisah Romeo dan Juliet. Tidak juga segila cinta Majnun  kepada Layla. Tapi kisah ini telah menggoreskan tintanya dalam lembar kehidupan mereka, sang pemilik cinta.
Ingin sekali kuceritakan kisah cinta ini pada kalian. Berbagi suka dan duka yang ada di dalamnya dan menggali hikmah dan amanat sesudahnya. Namun, sayangnya aku tak kuasa. Terlalu naif bagiku untuk melakukannya. Jadi, kuputuskan untuk menuangkan pikiran dan pendapatku tentang segalanya yang ada dalam kisah cinta ini. Ya, hanya pikiran-pikiranku saja, yang mungkin bisa salah dan berbeda dari pikiran kalian semua.
Aku akan memulainya dari persahabatan. Semua orang yang memiliki sahabat di dekatnya pasti akan mengatakan bahwa persahabatan adalah hal paling indah dalam hidupnya. Dan memang benar… Ketika kisah itu terlintas di ingatanku, aku merasakan suatu kekuatan yang dahsyat. Kekuatan persahabatan yang dilandasi oleh cinta, kasih sayang, kekompakan, pengorbanan, rasa kerja sama yang kuat, dan banyak hal lain yang mungkin tak kusadari. Terserah kalau kalian mengatakan bahasaku ini terlalu lebay atau hiperbola. Tapi, inilah pikiranku tentang persahabatan.

Semua masalah yang muncul justru menjadi motivasi dan kekuatan untuk menjadikan persahabatan ini semakin erat. Banyak tawa, canda, ejekan dan gurauan kecil yang menjadi aksesoris di setiap harinya. Saling berbagi kisah dan masalah yang akan lebih mudah dipecahkan bersama. Kisah indah yang mungkin akan membuat kalian iri jika mengetahui cerita lengkapnya. Bagaimana tidak, walaupun dengan berbagai macam perbedaan watak, sudut pandang, kebiasaan, paham, dan emosi yang terkadang menimbulkan percek-cokan kecil, tapi rasa persahabatan itu masih kental di hati, menempati sebuah ruang khusus dalam ingatan.
Berikutnya adalah cinta. Bicara mengenai cinta, pasti ada kata-kata indah dalam lika-likunya. Ada rasa deg-degan saat bertemu. Ada rindu setengah mati saat tak ada di dekatnya (kata D’Massive). Rasa gundah ketika menunggu sms atau telepon dan bahagia ketika itu terjadi. Ada juga cemburu-cemburu kecil yang menguras hati (kata Vidi Aldiano) dan rasa tersanjung oleh kata-kata dan janji-janji manis. Tentu saja tak lupa hati yang berbunga-bunga ketika cinta itu terbalas dan pedih yang teramat dalam ketika cinta itu pergi.
Menganalisis berbagai kisah cinta, banyak hal yang bisa menjadi awal dari tumbuhnya benih-benih cinta itu. Dari mulai benci jadi cinta sampai sahabat jadi cinta. Dalam kisah yang menjadi fokus utama dalam tulisanku ini, aku menangkap beberapa hal tentang cinta. Terkadang cinta datang tanpa kita sadari, dan tanpa kita duga siapa orangnya. Kita juga tak bisa begitu saja menolak hadirnya cinta. Cinta yang telah dianugerahkan olehNya kepada kita sudah sepatutnya kita jaga. Tapi, kalaupun cinta itu harus pupus, kita tidak boleh menyesalinya. Karena dia telah mengajari kita untuk mengerti arti cinta, mengerti arti luka, mengerti arti kecewa, mengerti arti bangkit dari keterpurukan, serta mengerti arti semangat baru untuk melanjutkan kehidupan kita yang masih panjang. Cinta akan tetap menjadi misteri bagi aku dan kalian yang mungkin pernah, sedang, atau akan merasakan cinta.
Hal yang paling menguras air mata dalam kisah ini adalah perpisahan. Kata orang, setiap pertemuan akan ada perpisahan dan hanya waktu yang membedakan kapan saatnya untuk berpisah. Berat rasanya berpisah dengan orang-orang yang kita kasihi. Apalagi orang-orang tercinta itu telah menjadi bagian dalam langkah-langkah kita menyusuri kehidupan. Huff… Aku sendiri tak kuasa membayangkan diri ini sendiri dalam suasana berbeda dengan orang-orang yang berbeda. Tentu saja kita akan merindukan hari-hari bersama mereka itu. Inilah sekilas sugesti yang merambat dengan cepat dalam saraf-saraf otakku ketika aku mendengar kata ”perpisahan”. Kata yang memang sungguh membuat batin ini bekerja keras melawan kenyataan. Tapi, jika kita mengulasnya lebih jauh lagi, kita akan melihat sesuatu yang mungkin lebih indah dibaliknya.
Perpisahan, saat kita menghadapinya, secara refleks kita akan merasa sedih. Tapi tak ada yang tahu nantinya kita akan bersedih terus atau bahagia. ”Hidupku masih panjang. Dan banyak hal menarik yang bisa aku lakukan.” Kalimat itu yang selalu ada di benakku ketika aku bersedih. Memang tak ada gunanya kita larut dalam kesedihan dan menyesali apa yang sudah terjadi. Karena itu semua tidak akan mengubah keadaan. Yang harusnya kita lakukan adalah kembali meneruskan hari-hari kita dengan semangat baru. Dengan begitu, kita tidak akan merasa terasing dengan orang-orang baru yang sebenarnya akan menjadi teman kita dalam melewati kehidupan Satu hal yang masih kupercaya bahwa suatu saat kita akan dipertemukan dalam situasi yang berbeda tapi dengan membawa kenangan yang sama, kenangan terindah yang tak pernah kita lupakan…
Tentang persahabatan, cinta, dan perpisahan….
Semua ada dalam setiap kisah cinta…
Karena cinta, aku bersahabat…
Karena cinta, aku berpisah…
Karena persahabatan, aku menemukan cinta…
Karena persahabatan, aku mampu tuk berpisah…
Karena perpisahan, cinta ini akan kukenang…
Dan karena perpisahan, persahabatan ini akan tetap kujaga…

Cara Cepat Menyusun Skripsi

1 Comment
 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), skripsi diartikan sebagai karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis. Buat sebagian mahasiswa, skripsi adalah sesuatu yang lumrah. Tetapi buat sebagian mahasiswa yang lain, skripsi bisa jadi momok yang terus menghantui dan menjadi mimpi buruk. Banyak juga yang berujar “lebih baik sakit gigi daripada bikin skripsi”.
Saya juga sering mendapat kiriman pertanyaan tentang bagaimana menyusun skripsi dengan baik dan benar. Ada juga beberapa yang menanyakan masalah teknis tertentu dengan skripsinya. Karena keterbatasan waktu, lebih baik saya jawab saja secara berjamaah di sini. Sekalian supaya bisa disimak oleh audiens yang lain.
Karena target pembacanya cukup luas dan tidak spesifik, maka tulisan ini akan lebih memaparkan tentang konsep dan prinsip dasar. Tulisan ini tidak akan menjelaskan terlalu jauh tentang aspek teknis skripsi/penelitian. Jadi, jangan menanyakan saya soal cara menyiasati internal validity, tips meningkatakan response rate, cara-cara dalam pengujian statistik, bagaimana melakukan interpretasi hasil, dan seterusnya. Itu adalah tugas pembimbing Anda. Bukan tugas saya.

Apa itu Skripsi

Saya yakin (hampir) semua orang sudah tahu apa itu skripsi. Seperti sudah dituliskan di atas, skripsi adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi sebagai bagian untuk mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi inilah yang juga menjadi salah satu pembeda antara jenjang pendidikan sarjana (S1) dan diploma (D3).
Ada beberapa syarat yang musti dipenuhi sebelum seorang mahasiswa bisa menulis skripsi. Tiap universitas/fakultas memang mempunyai kebijakan tersendiri, tetapi umumnya persyaratan yang harus dipenuhi hampir sama. Misalnya, mahasiswa harus sudah memenuhi sejumlah SKS, tidak boleh ada nilai D atau E, IP Kumulatif semester tersebut minimal 2.00, dan seterusnya. Anda mungkin saat ini belum “berhak” untuk menulis skripsi, akan tetapi tidak ada salahnya untuk mempersiapkan segalanya sejak awal.
Skripsi tersebut akan ditulis dan direvisi hingga mendapat persetujuan dosen pembimbing. Setelah itu, Anda harus mempertahankan skripsi Anda di hadapan penguji dalam ujian skripsi nantinya. Nilai Anda bisa bervariasi, dan terkadang, bisa saja Anda harus mengulang skripsi Anda (tidak lulus).
Skripsi juga berbeda dari tesis (S2) dan disertasi (S3). Untuk disertasi, mahasiswa S3 memang diharuskan untuk menemukan dan menjelaskan teori baru. Sementara untuk tesis, mahasiswa bisa menemukan teori baru atau memverikasi teori yang sudah ada dan menjelaskan dengan teori yang sudah ada. Sementara untuk mahasiswa S1, skripsi adalah “belajar meneliti”.
Jadi, skripsi memang perlu disiapkan secara serius. Akan tetapi, juga nggak perlu disikapi sebagai mimpi buruk atau beban yang maha berat.

Miskonsepsi tentang Skripsi

Banyak mahasiswa yang merasa bahwa skripsi hanya “ditujukan” untuk mahasiswa-mahasiswa dengan kecerdasan di atas rata-rata. Menurut saya pribadi, penulisan skripsi adalah kombinasi antara kemauan, kerja keras, dan relationships yang baik. Kesuksesan dalam menulis skripsi tidak selalu sejalan dengan tingkat kepintaran atau tinggi/rendahnya IPK mahasiswa yang bersangkutan. Seringkali terjadi mahasiswa dengan kecerdasan rata-rata air lebih cepat menyelesaikan skripsinya daripada mahasiswa yang di atas rata-rata.
Masalah yang juga sering terjadi adalah seringkali mahasiswa datang berbicara ngalor ngidul dan membawa topik skripsi yang terlalu muluk. Padahal, untuk tataran mahasiswa S1, skripsi sejatinya adalah belajar melakukan penelitian dan menyusun laporan menurut kaidah keilmiahan yang baku. Skripsi bukan untuk menemukan teori baru atau memberikan kontribusi ilmiah. Karenanya, untuk mahasiswa S1 sebenarnya replikasi adalah sudah cukup.
Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa penelitian, secara umum, terbagi dalam dua pendekatan yang berbeda: pendekatan saintifik dan pendekatan naturalis. Pendekatan saintifik (scientific approach) biasanya mempunyai struktur teori yang jelas, ada pengujian kuantitif (statistik), dan juga menolak grounded theory. Sebaliknya, pendekatan naturalis (naturalist approach) umumnya tidak menggunakan struktur karena bertujuan untuk menemukan teori, hipotesis dijelaskan hanya secara implisit, lebih banyak menggunakan metode eksploratori, dan sejalan dengan grounded theory.
Mana yang lebih baik antara kedua pendekatan tersebut? Sama saja. Pendekatan satu dengan pendekatan lain bersifat saling melengkapi satu sama lain (komplementer). Jadi, tidak perlu minder jika Anda mengacu pada pendekatan yang satu, sementara teman Anda menggunakan pendekatan yang lain. Juga, tidak perlu kuatir jika menggunakan pendekatan tertentu akan menghasilkan nilai yang lebih baik/buruk daripada menggunakan pendekatan yang lain.

Hal-hal yang Perlu Dilakukan

Siapkan Diri. Hal pertama yang wajib dilakukan adalah persiapan dari diri Anda sendiri. Niatkan kepada Tuhan bahwa Anda ingin menulis skripsi. Persiapkan segalanya dengan baik. Lakukan dengan penuh kesungguhan dan harus ada kesediaan untuk menghadapi tantangan/hambatan seberat apapun.
Minta Doa Restu. Saya percaya bahwa doa restu orang tua adalah tiada duanya. Kalau Anda tinggal bersama orang tua, mintalah pengertian kepada mereka dan anggota keluarga lainnya bahwa selama beberapa waktu ke depan Anda akan konsentrasi untuk menulis skripsi. Kalau Anda tinggal di kos, minta pengertian dengan teman-teman lain. Jangan lupa juga untuk membuat komitmen dengan pacar. Berantem dengan pacar (walau sepele) bisa menjatuhkan semangat untuk menyelesaikan skripsi.
Buat Time Table. Ini penting agar penulisan skripsi tidak telalu time-consuming. Buat planning yang jelas mengenai kapan Anda mencari referensi, kapan Anda harus mendapatkan judul, kapan Anda melakukan bimbingan/konsultasi, juga target waktu kapan skripsi harus sudah benar-benar selesai.
Berdayakan Internet. Internet memang membuat kita lebih produktif. Manfaatkan untuk mencari referensi secara cepat dan tepat untuk mendukung skripsi Anda. Bahan-bahan aktual bisa ditemukan lewat Google Scholar atau melalui provider-provider komersial seperti EBSCO atau ProQuest.
Jadilah Proaktif. Dosen pembimbing memang “bertugas” membimbing Anda. Akan tetapi, Anda tidak selalu bisa menggantungkan segalanya pada dosen pembimbing. Selalu bersikaplah proaktif. Mulai dari mencari topik, mengumpulkan bahan, “mengejar” untuk bimbingan, dan seterusnya.
Be Flexible. Skripsi mempunyai tingkat “ketidakpastian” tinggi. Bisa saja skripsi anda sudah setengah jalan tetapi dosen pembimbing meminta Anda untuk mengganti topik. Tidak jarang dosen Anda tiba-tiba membatalkan janji untuk bimbingan pada waktu yang sudah disepakati sebelumnya. Terkadang Anda merasa bahwa kesimpulan/penelitian Anda sudah benar, tetapi dosen Anda merasa sebaliknya. Jadi, tetaplah fleksibel dan tidak usah merasa sakit hati dengan hal-hal yang demikian itu.
Jujur. Sebaiknya jangan menggunakan jasa “pihak ketiga” yang akan membantu membuatkan skripsi untuk Anda atau menolong dalam mengolah data. Skripsi adalah buah tangan Anda sendiri. Kalau dalam perjalanannya Anda benar-benar tidak tahu atau menghadapi kesulitan besar, sampaikan saja kepada dosen pembimbing Anda. Kalau disampaikan dengan tulus, pastilah dengan senang hati ia akan membantu Anda.
Siapkan Duit. Skripsi jelas menghabiskan dana yang cukup lumayan (dengan asumsi tidak ada sponsorships). Mulai dari akses internet, biaya cetak mencetak, ongkos kirim kuesioner, ongkos untuk membeli suvenir bagi responden penelitian, biaya transportasi menuju tempat responden, dan sebagainya. Jangan sampai penulisan skripsi macet hanya karena kehabisan dana. Ironis kan?

Tahap-tahap Persiapan

Kalau Anda beruntung, bisa saja dosen pembimbing sudah memiliki topik dan menawarkan judul skripsi ke Anda. Biasanya, dalam hal ini dosen pembimbing sedang terlibat dalam proyek penelitian dan Anda akan “ditarik” masuk ke dalamnya. Kalau sudah begini, penulisan skripsi jauh lebih mudah dan (dijamin) lancar karena segalanya akan dibantu dan disiapkan oleh dosen pembimbing.
Sayangnya, kebanyakan mahasiswa tidak memiliki keberuntungan semacam itu. Mayoritas mahasiswa, seperti ditulis sebelumnya, harus bersikap proaktif sedari awal. Jadi, persiapan sedari awal adalah sesuatu yang mutlak diperlukan.
Idealnya, skripsi disiapkan satu-dua semester sebelum waktu terjadwal. Satu semester tersebut bisa dilakukan untuk mencari referensi, mengumpulkan bahan, memilih topik dan alternatif topik, hingga menyusun proposal dan melakukan bimbingan informal.
Dalam mencari referensi/bahan acuan, pilih jurnal/paper yang mengandung unsur kekinian dan diterbitkan oleh jurnal yang terakreditasi. Jurnal-jurnal top berbahasa asing juga bisa menjadi pilihan. Kalau Anda mereplikasi jurnal/paper yang berkelas, maka bisa dipastikan skripsi Anda pun akan cukup berkualitas.
Unsur kekinian juga perlu diperhatikan. Pertama, topik-topik baru lebih disukai dan lebih menarik, bahkan bagi dosen pembimbing/penguji. Kalau Anda mereplikasi topik-topik lawas, penguji biasanya sudah “hafal di luar kepala” sehingga akan sangat mudah untuk menjatuhkan Anda pada ujian skripsi nantinya.
Kedua, jurnal/paper yang terbit dalam waktu 10 tahun terakhir, biasanya mengacu pada referensi yang terbit 5-10 tahun sebelumnya. Percayalah bahwa mencari dan menelusur referensi yang terbit tahun sepuluh-dua puluh tahun terakhir jauh lebih mudah daripada melacak referensi yang bertahun 1970-1980.
Salah satu tahap persiapan yang penting adalah penulisan proposal. Tentu saja proposal tidak selalu harus ditulis secara “baku”. Bisa saja ditulis secara garis besar (pointer) saja untuk direvisi kemudian. Proposal ini akan menjadi guidance Anda selama penulisan skripsi agar tidak terlalu keluar jalur nantinya. Proposal juga bisa menjadi alat bantu yang akan digunakan ketika Anda mengajukan topik/judul kepada dosen pembimbing Anda. Proposal yang bagus bisa menjadi indikator yang baik bahwa Anda adalah mahasiswa yang serius dan benar-benar berkomitmen untuk menyelesaikan skripsi dengan baik.

Kiat Memilih Dosen Pembimbing

Dosen pembimbing (academic advisor) adalah vital karena nasib Anda benar-benar berada di tangannya. Memang benar bahwa dosen pembimbing bertugas mendampingi Anda selama penulisan skripsi. Akan tetapi, pada prakteknya ada dosen pembimbing yang “benar-benar membimbing” skripsi Anda dengan intens. Ada pula yang membimbing Anda dengan “melepas” dan memberi Anda kebebasan. Mempelajari dan menyesuaikan diri dengan dosen pembimbing adalah salah satu elemen penting yang mendukung kesuksesan Anda dalam menyusun skripsi.
Tiap universitas/fakultas mempunyai kebijakan tersendiri soal dosen pembimbing ini. Anda bisa memilih sendiri dosen pembimbing yang Anda inginkan. Tapi ada juga universitas/fakultas yang memilihkan dosen pembimbing buat Anda. Tentu saja lebih “enak” kalau Anda bisa memilih sendiri dosen pembimbing untuk skripsi Anda.
Lalu, bagaimana memilih dosen pembimbing yang benar-benar tepat?
Secara garis besar, dosen bisa dikategorikan sebagai: (1) dosen senior, dan (2) dosen junior. Dosen senior umumnya berusia di atas 40-an tahun, setidaknya bergelar doktor (atau professor), dengan jam terbang yang cukup tinggi. Sebaliknya, dosen junior biasanya berusia di bawah 40 tahun, umumnya masih bergelar master, dan masih gampang dijumpai di lingkungan kampus.
Tentu saja, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagai contoh, kalau Anda memilih dosen pembimbing senior, biasanya Anda akan mengalami kesulitan sebagai berikut:
  • Proses bimbingan cukup sulit, karena umumnya dosen senior sangat perfeksionis.
  • Anda akan kesulitan untuk bertemu muka karena umumnya dosen senior memiliki jam terbang tinggi dan jadwal yang sangat padat.
Tapi, keuntungannya:
  • Kualitas skripsi Anda, secara umum, akan lebih memukau daripada rekan Anda.
  • Anda akan “tertolong” saat ujian skripsi/pendadaran, karena dosen penguji lain (yang kemungkinan masih junior/baru bergelar master) akan merasa sungkan untuk “membantai” Anda.
  • Dalam beberapa kasus, bisa dipastikan Anda akan mendapat nilai A.
Sebaliknya, kalau Anda memilih dosen pembimbing junior, maka Anda akan lebih mudah selama proses bimbingan. Dosen Anda akan mudah dijumpai di lingkungan kampus karena jam terbangnya belum terlalu tinggi. Dosen muda umumnya juga tidak “jaim” dan “sok” kepada mahasiswanya.
Tapi, kerugiannya, Anda akan benar-benar “sendirian” ketika menghadapi ujian skripsi. Kalau dosen penguji lain lebih senior daripada dosen pembimbing Anda, bisa dipastikan Anda akan “dihajar” cukup telak. Dan dosen pembimbing Anda tidak berada dalam posisi yang bisa membantu/membela Anda.
Jadi, hati-hati juga dalam memilih dosen pembimbing.

Format Skripsi yang Benar

Biasanya, setiap fakultas/universitas sudah menerbitkan acuan/pedoman penulisan hasil penelitian yang baku. Mulai dari penyusunan konten, tebal halaman, jenis kertas dan sampul, hingga ukuran/jenis huruf dan spasi yang digunakan. Akan tetapi, secara umum format hasil penelitian dibagi ke dalam beberapa bagian sebagai berikut.
Pendahuluan. Bagian pertama ini menjelaskan tentang isu penelitian, motivasi yang melandasi penelitian tersebut dilakukan, tujuan yang diharapkan dapat tercapai melalui penelitian ini, dan kontribusi yang akan diberikan dari penelitian ini.
Pengkajian Teori & Pengembangan Hipotesis. Setelah latar belakang penelitian dipaparkan jelas di bab pertama, kemudian dilanjutkan dengan kaji teori dan pengembangan hipotesis. Pastikan bahwa bagian ini align juga dengan bagian sebelumnya. Mengingat banyak juga mahasiswa yang “gagal” menyusun alignment ini. Akibatnya, skripsinya terasa kurang make sense dan nggak nyambung.
Metodologi Penelitian. Berisi penjelasan tentang data yang digunakan, pemodelan empiris yang dipakai, tipe dan rancangan sampel, bagaimana menyeleksi data dan karakter data yang digunakan, model penelitian yang diacu, dan sebagainya.
Hasil Penelitian. Bagian ini memaparkan hasil pengujian hipotesis, biasanya meliputi hasil pengolahan secara statistik, pengujian validitas dan reliabilitas, dan diterima/tidaknya hipotesis yang diajukan.
Penutup. Berisi ringkasan, simpulan, diskusi, keterbatasan, dan saran. Hasil penelitian harus disarikan dan didiskusikan mengapa hasil yang diperoleh begini dan begitu. Anda juga harus menyimpulkan keberhasilan tujuan riset yang dapat dicapai, manakah hipotesis yang didukung/ditolak, keterbatasan apa saja yang mengganggu, juga saran-saran untuk penelitian mendatang akibat dari keterbatasan yang dijumpai pada penelitian ini.
Jangan lupa untuk melakukan proof-reading dan peer-review. Proof-reading dilakukan untuk memastikan tidak ada kesalahan tulis (typo) maupun ketidaksesuaian tata letak penulisan skripsi. Peer-review dilakukan untuk mendapatkan second opinion dari pihak lain yang kompeten. Bisa melalui dosen yang Anda kenal baik (meski bukan dosen pembimbing Anda), kakak kelas/senior Anda, teman-teman Anda yang dirasa kompeten, atau keluarga/orang tua (apabila latar belakang pendidikannya serupa dengan Anda).

Beberapa Kesalahan Pemula

Ketidakjelasan Isu. Isu adalah titik awal sebelum melakukan penelitian. Isu seharusnya singkat, jelas, padat, dan mudah dipahami. Isu harus menjelaskan tentang permasalahan, peluang, dan fenomena yang diuji. Faktanya, banyak mahasiswa yang menuliskan isu (atau latar belakang) berlembar-lembar, tetapi sama sekali sulit untuk dipahami.
Tujuan Riset & Tujuan Periset. Tidak jarang mahasiswa menulis “sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar kesarjanaan” sebagai tujuan risetnya. Hal ini adalah kesalahan fatal. Tujuan riset adalah menguji, mengobservasi, atau meneliti fenomena dan permasalahan yang terjadi, bukan untuk mendapatkan gelar S1.
Bab I: Bagian Terpenting. Banyak mahasiswa yang mengira bahwa bagian terpenting dari sebuah skripsi adalah bagian pengujian hipotesis. Banyak yang menderita sindrom ketakutan jika nantinya hipotesis yang diajukan ternyata salah atau ditolak. Padahal, menurut saya, bagian terpenting skripsi adalah Bab I. Logikanya, kalau isu, motivasi, tujuan, dan kontribusi riset bisa dijelaskan secara runtut, biasanya bab-bab berikutnya akan mengikuti dengan sendirinya. (baca juga: Joint Hypotheses)
Padding. Ini adalah fenomena yang sangat sering terjadi. Banyak mahasiswa yang menuliskan terlalu banyak sumber acuan dalam daftar pustaka, walaupun sebenarnya mahasiswa yang bersangkutan hanya menggunakan satu-dua sumber saja. Sebaliknya, banyak juga mahasiswa yang menggunakan beragam acuan dalam skripsinya, tetapi ketika ditelusur ternyata tidak ditemukan dalam daftar acuan.
Joint Hypotheses. Menurut pendekatan saintifik, pengujian hipotesis adalah kombinasi antara fenomena yang diuji dan metode yang digunakan. Dalam melakukan penelitian ingatlah selalu bahwa fenomena yang diuji adalah sesuatu yang menarik dan memungkinkan untuk diuji. Begitu pula dengan metode yang digunakan, haruslah metode yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kalau keduanya terpenuhi, yakinlah bahwa skripsi Anda akan outstanding. Sebaliknya, kalau Anda gagal memenuhi salah satu (atau keduanya), bersiaplah untuk dibantai dan dicecar habis-habisan.
Keterbatasan & Kemalasan. Mahasiswa sering tidak bisa membedakan antara keterbatasan riset dan “kemalasan riset”. Keterbatasan adalah sesuatu hal yang terpaksa tidak dapat terpenuhi (atau tidak dapat dilakukan) karena situasi dan kondisi yang ada. Bukan karena kemalasan periset, ketiadaan dana, atau sempitnya waktu.
Kontribusi Riset. Ini penting (terutama) jika penelitian Anda ditujukan untuk menarik sponsor atau dibiayai dengan dana pihak sponsor. Kontribusi riset selayaknya dijelaskan dengan lugas dan gamblang, termasuk pihak mana saja yang akan mendapatkan manfaat dari penelitian ini, apa korelasinya dengan penelitian yang sedang dilakukan, dan seterusnya. Kegagalan dalam menjelaskan kontribusi riset akan berujung pada kegagalan mendapatkan dana sponsor.

Menghadapi Ujian Skripsi

Benar. Banyak mahasiswa yang benar-benar takut menghadapi ujian skripsi (oral examination). Terlebih lagi, banyak mahasiswa terpilih yang jenius tetapi ternyata gagal dalam menghadapi ujian pendadaran. Di dalam ruang ujian sendiri tidak jarang mahasiswa mengalami ketakutan, grogi, gemetar, berkeringat, yang pada akhirnya menggagalkan ujian yang harus dihadapi.
Setelah menulis skripsi, Anda memang harus mempertahankannya di hadapan dewan penguji. Biasanya dewan penguji terdiri dari satu ketua penguji dan beberapa anggota penguji. Lulus tidaknya Anda dan berapa nilai yang akan Anda peroleh adalah akumulasi dari skor yang diberikan oleh masing-masing penguji. Tiap penguji secara bergantian (terkadang juga keroyokan) akan menanyai Anda tentang skripsi yang sudah Anda buat. Waktu yang diberikan biasanya berkisar antara 30 menit hingga 1 jam.
Ujian skripsi kadang diikuti juga dengan ujian komprehensif yang akan menguji sejauh mana pemahaman Anda akan bidang yang selama ini Anda pelajari. Tentu saja tidak semua mata kuliah diujikan, melainkan hanya mata kuliah inti (core courses) saja dengan beberapa pertanyaan yang spesifik, baik konseptual maupun teknis.
Grogi, cemas, kuatir itu wajar dan manusiawi. Akan tetapi, ujian skripsi sebaiknya tidak perlu disikapi sebagai sesuatu yang terlalu menakutkan. Ujian skripsi adalah “konfirmasi” atas apa yang sudah Anda lakukan. Kalau Anda melakukan sendiri penelitian Anda, tahu betul apa yang Anda lakukan, dan tidak grogi di ruang ujian, bisa dipastikan Anda akan perform well.
Cara terbaik untuk menghadapi ujian skripsi adalah Anda harus tahu betul apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda teliti. Siapkan untuk melakukan presentasi. Akan tetapi, tidak perlu Anda paparkan semuanya secara lengkap. Buatlah “lubang jebakan” agar penguji nantinya akan menanyakan pada titik tersebut. Tentu saja, Anda harus siapkan jawabannya dengan baik. Dengan begitu Anda akan tampak outstanding di hadapan dewan penguji.
Juga, ada baiknya beberapa malam sebelum ujian, digiatkan untuk berdoa atau menjalankan sholat tahajud di malam hari. Klise memang. Tapi benar-benar sangat membantu.
Jujur saja, saya (dulu) menyelesaikan skripsi dalam tempo 4 minggu tanpa ada kendala dan kesulitan yang berarti. Dosen pembimbing saya adalah seorang professor dengan jam terbang sangat tinggi. Selama berada dalam ruang ujian, kami lebih banyak berbicara santai sembari sesekali tertawa. Dan Alhamdulillah saya mendapat nilai A.
Bukan. Bukan saya bermaksud sombong, tetapi hanya untuk memotivasi Anda. Kalau saya bisa, seharusnya Anda sekalian pun bisa.

Pasca Ujian Skripsi

Banyak yang mengira, setelah ujian skripsi segalanya selesai. Tinggal revisi, bawa ke tukang jilid/fotokopi, urus administrasi, daftar wisuda, lalu traktir makan teman-teman. Memang benar. Setelah Anda dinyatakan lulus ujian skripsi, Anda sudah berhak menyandang gelar sarjana yang selama ini Anda inginkan.
Faktanya, lulus ujian skripsi saja sebenarnya belum terlalu cukup. Sebenarnya Anda bisa melakukan lebih jauh lagi dengan skripsi Anda. Caranya?
Cara paling gampang adalah memodifikasi dan memperbaiki skripsi Anda untuk kemudian dikirimkan pada media/jurnal publikasi. Cara lain, kalau Anda memang ingin serius terjun di dunia ilmiah, lanjutkan dan kembangkan saja penelitian/skripsi Anda untuk jenjang S2 atau S3. Dengan demikian, kelak akan semakin banyak penelitian dan publikasi yang mudah-mudahan bisa memberi manfaat bagi bangsa ini.
Bukan apa-apa, saya cuma ingin agar bangsa ini bisa lebih cerdas dan arif dalam menciptakan serta mengelola pengetahuan. Sekarang mungkin kita memang tertinggal dari bangsa lain. Akan tetapi, dengan melakukan penelitian, membuat publikasi, dan seterusnya, bangsa ini bisa cepat bangkit mengejar ketertinggalan.
Jadi, menyusun skripsi itu sebenarnya mudah kan?
dikutip dari http://nofieiman.com

Tips Menyusun Tugas Akhir

0 Comment
 
Semangat…semangat…!! Kata itulah yang selalu saya teriakan kepada mahasiswa-mahasiswi saya yang saat ini sedang ketar-ketir manghadapi Tugas Akhir. Kurang lebih 6 bulan lamanya atau  efektif 4-3 bulan mengerjakan Tugas Akhir tanpa henti-hentinya dan tak kenal lelah demi tujuan dan satu kata yaitu “Lulus”.
Tidak mudah memang, butuh pengorbanan dan perjuangan, tapi jika dijalankan semua akan terasa mudah, asalkan dijalani dengan ikhlas dan penuh kesabaran.
Membuat tugas akhir sama halnya membuat sebuah tugas-tugas lain seperti skripsi, tesis, disertasi dan lain-lain. Butuh waktu khusus untuk membuatnya dan terkadang lupa segala-galanya, lupa makan, lupa mandi, lupa tidur sampai lupa pacar. Huh…! cape…stress…bete…bahkan tekanan batin.
Namun semua itu sudah pasti ada hikmahnya, ibarat pepatah berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian, semua yang kita lakukan toh pada akhirnya hasil dari jerih payah yang kita kerjakan akan dinikmati dikemudian hari.
Tapi dibalik itu semua ada juga sebagian mahasiswa yang mengurungkan niatnya untuk maju menyelesaikan Tugas Akhir, berbagai alasan misalnya sibuk dengan pekerjaan, masih ingin santai atau tidak berani maju TA.
Pertanyaannya adalah apa penyebab mahasiswa tidak berani untuk mengambil Tugas Akhir atau masih merasa takut dan tidak percaya diri?
Salah satunya adalah kurangnya pengetahuan terhadap Tugas Akhir itu sendiri. Menurut pengakuan dari beberapa mahasiswa, mereka merasa bahwa ilmu yang di dapat dari bangku kuliah dirasa sangat kurang, materi yang didapat harusnya lebih menjurus kepada materi Tugas Akhir. Pendapat tersebut bisa saja kita terima, tapi jika diteliti lebih mendalam justru materi yang mereka dapatkan lebih dari cukup untuk bekal mereka menyusun Tugas Akhir.  Adapun materi yang selama ini diberikan  dibagi menjadi  2 seperti:
Materi Teori
  1. Perancangan Basis Data
  2. Sistem Informasi Manajemen
  3. dll
Materi Praktek
  1. Visual Basic
  2. Visual Foxpro
  3. Borland Delphi
  4. PHP Programming
  5. Adobe Photoshop
  6. dll
Bekal ilmu pengetahuan tersebut lebih dari cukup untuk menguasai ilmu bidang IT, tapi ironisnya kenapa pada saat mereka masuk semester 6 seolah-olah ilmu tersebut hilang dari ingatan bahkan tidak mengerti sama sekali. Pasti ada penyebab lain kenapa mahasiswa bisa mengurungkan niatnya menyusun tugas akhir.
Masih dari pengakuan dari beberapa mahasiswa sebagai responden, bahwa yang terjadi selama ini mereka masih merasa bingung akan materi yang mereka dapatkan hal ini dikarenakan kurangnya penjelasan secara detail dan tidak fokusnya penjurusan terhadap materi dan ada juga dari beberapa mahasiswa bahwa mereka merasa bahwa pendidikan komputer itu sangat sulit dan banyak lagi alasan-alasan lain.
Sulit memang jika kita mempelajari ilmu yang berhubungan dengan IT, atau kita sederhanakan ilmu tentang pemrogramman. Dibutuhkan penguasaan tentang logika dan algoritma yang baik serta hitung-hitungan lain yang berhubungan dengan program, ini yang banyak mahasiswa tidak mengerti sehingga dampaknya adalah kualitas ilmu yang mereka dapatkan masih jauh dari diharapkan sehingga banyak kasus seperti plagiat, copy paste dan lain sebagainya.
Jadi apa yang salah?
Inilah tugas para dosen, instruktur dan pengajar untuk terus memacu mahasiswa agar lebih ditekankan untuk belajar terutama pada materi yang berhubungan dengan Tugas Akhir. Kita ajarkan mereka sejak dini ilmu mengenai pemrogramman sehingga hasilnya bisa tercapai sesuai dengan yang di harapkan yaitu kualitas lulusan yang baik dan berdaya saing tinggi. Mudah-mudahan kita dapat mewujudkannya. Amien

Agar Terlihat Cantik

1 Comment

 Make-up Muslimah

1. Jadikan GHADDUL BASHAR (Menundukan pandangan) sebagai hiasan keduamata anda, niscaya akan semakin bening

2. Oleskan Lipstik KEJUJURAN pada bibir anda, niscaya semakin manis

3. Gunakan pemerah pada pipi anda dengan kosmetik yang terbuat dari RASA MALU yang di jual di SALON IMAN

4. Pakailah sabun ISTHIGFAR untuk menghilangkan dosa dan kesalhan yang anda lakukan

5. Rawatlah rambut anda dengan memakai JILBAB ISLAMI yang akan menghilahkan KETOMBE pandangan laki-laki asing yang membahayakan.

6. Pakailah giwang KESOPANAN pada kedua buah telingah anda.

7. Hiaskan kedua tangan anda dengan gelang TAWADHU' dan jeri-jari anda, dengan cincin PERSAHABATAN

8. Sebaik-baiknya kalung yang anda pakai adalah kalung KESUCIAN

Sejuta Manfaat Air Liur dan Sarang Burung Walet Untuk Kesehatan

0 Comment


Entah dari mana mulanya khasiat sarang burung walet (Collocalia fuciphaga) cukup terkenal di seantero dunia. Sarang burung anggota famili apodiae ini sejak puluhan bahkan mungkin ratusan tahun lalu diyakini punya khasiat dalam memberikan kesegaran dan bahkan untuk menjaga kesehatan tubuh manusia.

Mitos baik untuk kesehatan muncul dari pengalaman pengguna yang semula disampaikan dari mulut ke mulut itu kemudian disebarluaskan pula oleh media massa. Itulah setidaknya yang dipercaya masyarakat Indonesia dalam sebuah laporan penelitian Riset Unggulan Nasional Terpadu.

Ada 3 kelompok responden yang diteliti, masyarakat, awam, pengusaha dan ilmuwan, mengatakan bahwa sarang walet punya banyak keampuhan. Antara lain menjaga kesegaran tubuh, meningkatkan vitalitas, obat awet muda, memelihara kecantikan dan menghambat kanker.Menurut dr Cheng Ce yang ditemui di Cianjur,liur dari kelenjar glandula sub lingualis itu dapat
meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, bukan berarti mengobati penyakit. Bahkan salah satu senyawa turunannya azitothymidine telah diteliti bisa melawan AIDS. Istimewanya lagi, sarang walet sumber asam amino yang lengkap. Tercatat sekitar 17 asam amino esensial, semi esensial dan non-esensial yang dimiliki. Salah satunya kini dikembangkan oleh peneliti-peneliti di barat sebagai pelawan stroke dan kanker. Mineral-mineral sarang walet tak kalah manjurnya untuk mendukung aktivitas tubuh.

Ada 6 mineral yang sudah diketahui seperti kalsium, besi, phospor, kalium dan natrium. Di dalam tubuh, kalsium berperan untuk pembentukan tulang. Sayangnya, mineral dan senyawa penting sarang walet mudah lenyap. Oleh karena itu, Dr. Kong Yun Cheung dari Universitas Hongkong, menyarankan sarang walet tidak perlu di cuci, sebab glikoprotein akan terbuang, toh sup sarang walet tetap menunjukkan manfaat sugesti penyantaplah yang diduga jadi obatnya. Selain itu juga sarang burung walet mengandung protein yang berbentuk glikoprotein yang merupakan komponen terbesar selain karbohidrat, lemak, dan air. Jumlahnya mencapai 50 persen. Di tubuh, protein berperan sebagai zat pembangunan. Ia membentuk sel - sel dan jaringan baru serta berperan aktif selama metabolisme protein asal hewan diakui lebih gizi lantaran punya ikatan senyawa lebih kompleks dari pada protein nabati. 

Sejak lebih dari 500 tahun yang lalu, sarang burung walet secara tradisional dipercaya mengandung banyak khasiat bagi kesehatan tubuh dan keindahan kulit.


Penelitian yang dilakukan oleh sebuah lembaga di Thailand menemukan bahwa sarang burung walet mengandung Glyco Protein yang berkhasiat memperbaiki daya tahan tubuh dan membersihkan paru-paru, serta mengandung Growth Factor yang memperbaiki regenerasi sel dan meningkatkan kolagen kulit.

Dikatakannya, gaya hidup perempuan yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia membuat perempuan modern harus selalu menjaga kesehatan dan kecantikan kulitnya.

Pada fase kehidupan ini, setiap perempuan pasti mengalami masalah penuaan pada kulit dan tubuhnya. Saat ini, mayoritas perempuan sudah menyadari pentingnya menjaga keindahan kulit dari luar dengan berbagai perawatan kulit.

 



Seperti yang sudah kita ketahui, sarang burung walet yang asli harganya mahal .Dan yang sampai sekarang kita ketahui juga kalau harga sarang burung walet itu mahal karena burung walet itu suka membuat sarang di gunung - gunung yang tinggi (bahkan di puncak dan ujung tebing). Dan untuk mengambil sarang burung walet harus menggunakan pendaki - pendaki yang sudah sangat berpengalaman.  Dan mungkin aja sarang burung walet ini merupakan sarang burung yang paling mahal di dunia (sejauh yang kita ketahui). Bayangkan saja 1 ons sarang burung walet yang kurang lebih terdiri dari 10 buah sarang dengan kualitas baik bisa dijual dengan harga 1,4 juta rupiah!! 


Terdapat dua jenis sarang burung bila dilihat dari warnanya. Ada sarang burung putih yang seluruhnya terbuat dari air liur burung walet, dan sarang burung hitam, yang terbuat dari campuran air liur dan bulu - bulu burung. Sarang burung walet yang berwarna putih lebih mahal harganya. Sarang burung yang putih bersih, harganya bisa mencapai 14 juta rupiah/kg, sedang yang hitam paling hanya sekitar 1 atau 2 juta/kg. Ada juga, sarang burung yang memiliki serat - serat merah di sarangnya seperti darah. Itu harganya jauh lebih mahal lagi, yaitu sekitar 17 juta/kg.





Sumber : Klikunic.com

Tanya Jawab: Apa Hukum Memelihara Burung Walet dan Liurnya?

0 Comment


Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Ustadz,

Bagaimana hukum memelihara wallet dan bagaimana dengan liurnya, halal atau haram? Jazakumullah khairan.

Jawaban:
Secara umum, pada asalnya memelihara burung hukumnya adalah boleh, karena hal itu termasuk urusan dunia, dan kaidahnya: “Asal dalam masalah dunia adalah boleh sehingga ada dalil yang melarangnya.”

Apalagi, ada beberapa dalil yang menunjukkan bolehnya, diantaranya adalah sabda Nabi kepada seorang anak kecil: "Ya Abu Umair, apa yang dilakukan oleh Nughair (burung kecil)?!" (HR. Bukhari: 6203 dan Muslim: 2150)

Di antara faedah yang dapat dipetik dari hadits ini adalah bolehnya anak kecil bermain dengan burung, dan bolehnya mengurung burung di sangkar dan sejenisnya. (Lihat Fathul Bari Ibnu Hajar 10/601)

Namun hal itu dengan syarat memberinya makan dan minum serta kebutuhan-kebutuhan lainnya, sebagaimana dikatakan oleh al-‘Iraqi dalam Tharhu Tatsrib berdasarkan hadits tentang wanita yang disiksa di neraka karena sebab kucing, “Dia tidak memberinya makan dan minum.” (Lihat Fatawa Lajnah Daimah 13/39, al-Muru’ah Masyhur bin Hasan hlm. 185)

Dari keterangan di atas, dapat dipetik kesimpulan bahwa memelihara burung wallet hukumnya adalah boleh-boleh saja.

Adapun liurnya, maka hukumnya juga halal/boleh, karena liur wallet tidak najis, tidak ada dalil yang menajiskannya, bahkan terdapat dalil yang menunjukkan kesuciannya.
 
عَنْ عَمْرِو بْنِ خَارِجَةَ قَالَ : خَطَبَناَ النَّبِيُّ بِمِنَى وَهُوَ عَلَى رَاحِلَتِهِ وَلُعَابُهَا يَسِيْلُ عَلَى كَتِفِيْ

Dari Amr bin Kharijah berkata: Nabi berkhutbah kepada kami di Mina dan beliau berada di atas kendaraannya dan liur kendaraannya mengalir di pundakku." (HR. Tirmidzi 2120, Ibnu Majah 2712, Ahmad 4/186)

Ash-Shan’ani berkata:
“Hadits ini menunjukkan bahwa liur hewan yang boleh dimakan dagingnya adalah suci, bahkan diceritakan bahwa hal itu merupakan kesepakatan ulama, apalagi hal ini sesuai dengan kaidah asal." (Subulus Salam 1/77)

Kesimpulan, memelihara burung wallet hukumnya boleh dan liurnya hukumnya halal.

Wallahu A’lam.


_Pasopati 2010 UYP™

Copyright 2011 Designing a dream come true.
Blogger Templates By:Noct.